Thursday, 18 April 2013

Berbagai Sistem Tata Cara Pelaksanaan Pidana Penjara



1.            Sistem Pennsyilvania

Ciri:
a.         Sangat ekslusif yaitu 1narapidana, 1kamar penjara. ( Cellulair System)
b.         Para napi harus membaca injil setiap hari.
c.         Para napi tidak boleh berinteraksi dengan siapapun, bahkan dengan sipir penjara sekalipun.

Kelemahan : 
Tidak ada sosialisasi dan interaksi, hanya membaca kitab suci. Akibatnya : tidak ada pertobatan. Apabila napi sistem ini kembali ke masyarakat, maka mereka tidak akan dapat bersosialisasi dengan masyarakat dan tidak punya empati.

Kelebihan : 
tidak terjadi prisonisasi (pengambilalihan/peniruan/penyerapan custom tindak pidana dari napi lain).
Contoh : di Indonesia terjadi prisonisasi yaitu pembunuh campur dengan pencuri dalam 1 kamar penjara.

2.            Sistem Auburn (Silent System)

Lahir karena adanya kegagalan sistem pennsyilvania. Digagaskan oleh John Gray.

Penerapan :
·           1 napi, 1 kamar penjara
·           Tidak boleh berbicara satu sama lain, tapi diberi tugas masing-masing pada siang hari (kerja bersama)
·           Tidak boleh menerima kunjungan

Kelebihan : adanya sosialisasi, walau hanya bahasa tubuh.

Kelemahan : adanya prisonisasi.

Sistem dari pennsyilvania yang sudah tidak diterapkan lagi di sistem ini adalah membaca kitab suci, sebab hal itu merupakan kegagalan sistem pennsyilvania.

3.            The Mark System (Sistem Angka)

Pelopor : Alexander Maconochie tahun 1840.

Sistem ini melihat angka-angka yang diperoleh dari tindakan / perilaku napi. Perilaku napi di penjara menjadi bagian penting untuk menentukan lamanya napi di penjara.

Tahapan pembinaan Mark system:
·           Identifikasi
·           Modlum Security
Adanya Vorwardelijk infrijherdsteling : pembebasan bersyarat (parole), merupakan hak para napi (bukan hukuman).

Diakui di Indonesia, buktinya, Pasal 15 KUHP : setelah menjalani 2/3 masa hukuman, maka dapat dibebaskan bila berkelakuan baik.

Kelebihan : adanya sosialisasi.

4.            The Irish Progressive System

Pelopor : Sir Walter Frederick Crofton tahun 1953.

Sistem ini sejalan dengan Mark System dan asas pencegahan, menciptakan keseimbangan dengan pembinaan.

5.            Sistem Elmira ( Sistem Umur)

Tujuannya adalah membina napi agar saat kembali ke masyarakat, menjadi manusia yang berguna, sebab saat di penjara napi diberikan pelatihan.