Saturday, 7 October 2017

CHINA TOWN di Kota Bandung (HALAL)


Hai...
Sudah berkunjung ke China Town di Kota Bandung belum?

Lokasinya di Jalan Klenteng nomor 41 Kota Bandung. 
Kamu bisa ambil arah Jalan Jendral Sudirman untuk masuk ke Jalan Klenteng tersebut. Tempatnya dekat dengan Paskal Hyper Square dan Fave Hotel. 
Untuk mencapai China Town, aku menghabiskan waktu hingga 2 jam sebab kena macet luar biasa di Jalan Jendral Sudirman.
Jadi bila kamu mau menghindari macet di Jendral Sudirman, kamu bisa parkir di Hotel Fave atau Paskal Hyper Square kemudian jalan kaki ke China Town.
Setelah mengalami kemacetan yang panjang, aku dihadapkan dengan pencarian parkir yang sulit..
China Town tidak menyediakan parkir khusus sehingga pengunjung harus cari parkir di pinggir jalan yang untung-untungan dapatnya.

Penasaran seperti apa di dalam?
Ayo mulai dari beli tiketnya dulu yaa ^^


HARGA TIKET MASUK = Rp 25.000






wah... sampai ada sejarahnya lho

Beginilah suasana di China Town..

Begitu melalui pintu masuk, seperti melewati pintu kemana saja milik Doraemon.
Dekorasi nuansa China berhiaskan lampion berwarna warni.
Pernak pernik "jadul" pun ada disini, seperti yang ada dirumah nenekku hahaha

Ada pula tempat bermain anak, sehingga para orang tua bisa santai menikmati makan malamnya.

.....

Untuk setiap transaksi di China Town menggunakan kartu Flazz BCA ya..
Kamu juga bisa beli disini dengan motif barongsai maupun top up.

.
.

PERMAINAN

HUNGRY HIPPO
Permainan memasukkan bola motif semangka ke dalam lubang


BOTTLE TOSS dan GLASS CHALLENGE

ROLL A BALL


.
.

FOOD & DRINK


Aku beli es krim TERMINALE.
Gratis mencoba lho, sehingga kita bisa pilih mana rasa yang kita sukai.

Jangan khawatir, walaupun ini China Town, tapi semua makanan disini HALAL.




Aku pikir disini akan makan masakan China.. 
Eh salah sangka...
Ternyata makanan disini malah lebih ke masakan Jawa seperti sate, gado-gado, es campur, soto.


Minuman pun adanya begini.. Akhirnya aku beli teh melati.

.....

Disini ada panggungnya, sehingga kita bisa makan sambil mendengarkan musik.
Sayang sekali, ketika aku kesana, lagu yang diputar adalah lagu barat yang cukup "ngebeat"
Jadi suasana dan lagu benar-benar tidak nyambung 😓

.
.

KESAN

  • Jalan besar menuju China Town padat, dilanjutkan dengan masuk gang Klenteng yang cukup sempit dan padat. Parkir sulit karena harus mencari di pinggir jalan alias hoki-hokian. Kalau mau kesini, harus siap hadapi kemacetan dan sabar.
  • Aku datang seminggu setelah peresmian, sehingga ketika akan membeli tiket masuk, antrian mengular seperti mau nonton bioskop film Harry Potter hahaha
  • Suasana dan dekorasi OK! Seperti memasuki pintu ajaib Doraemon, tiba-tiba ada di China
  • Pembayaran mudah, cukup pakai Flazz (tidak perlu repot urusan receh atau kembalian)
  • Semua makanan dan minuman HALAL! Sebenarnya aku cukup kecewa, karena aku pikir ke China Town pasti banyak makanan China misalnya Babi panggang atau bakut, namun ternyata yang dijual mayoritas masakan Jawa.
  • Lagu yang dialunkan juga tidak nyambung. Suasana seperti di China tapi live music nya lagu Barat yang cukup ''ngebeat".
  • Bisa sewa kostum China untuk foto-foto, namun aku sarankan hari biasa saja ya karena disini cukup sempit, sehingga kalau kita berhenti untuk foto akan menghalangi orang yang jalan.
  • Meja makan dan kursi juga tidak terlalu banyak. Aku sendiri akhirnya tidak makan disana karena tidak mendapat meja.

Bila ditanya mau kesana lagi atau tidak..
Aku jawab, tidak mau kalau tidak ada yang penting (misalnya ada kumpul dengan teman). Namun bila hanya niat cari makan saja, aku tidak ingin kesini lagi.
Aku lebih memilih ke Sudirman Street atau Cibadak karena makanannya lebih beragam dan ada yang non halal (maaf ya karena memang suka yang non halal).

Semuanya kembali lagi pada selera masing-masing ^^
Tak ada salahnya mencoba ke China Town ini bila ingin merasakan suasana seperti di China 😉




THANK YOU