Tuesday, 15 September 2015

10 Hal Yang Wajib Kamu Ketahui Tentang Ketiakmu - oleh Dr. Inneke Halim, SpKK


Halo...
Apakah kalian sudah membaca post ku sebelumnya mengenai NIVEA Deodorant Invisible For Black and White Fresh?

Nah, sebelum membeli dan menggunakan deodoran, ada baiknya kita mengetahui seputar hal mengenai keringat, deodoran maupun ketiak, agar kita tidak salah persepsi dalam menggunakan deodoran.

Aku sendiri sebelumnya juga kurang tahu mengenai hal ini, oleh sebab itu, yuk kita baca dan pahami bersama-sama.

.....

Siapa sih yang mau badannya bau keringat atau bau badan?
Pasti bikin kita ga percaya diri kan?

Pernah ada temanku yang pakai parfum berkali-kali agar bau badannya tersamarkan.
Namun apa yang terjadi?
 Tubuhnya malah semakin bau dan menjadi bahan omongan.
Aku merasa kasihan padanya, namun aku sendiri dulu tidak tahu harus memberi solusi apa yang tepat untuknya :(
Nahhh karena sekarang aku sudah tahu, makanya aku juga ingin membagi info ini pada kalian.

Bila kamu mengalami hal seperti itu, ada baiknya kamu membaca 10 Hal di bawah ini agar kamu bisa tahu apa yang harus kamu lakukan untuk mengatasi permasalahamu tersebut ^^

Dr Inneke Halim, SpKK selaku dokter spesialis kulit RS Bethsaida membantu menjawab 10 permasalahan yang selalu membuat orang bertanya-tanya mengenai bau badan dan daerah ketiak!



1. 
Apa permasalahan yang umum terjadi pada daerah ketiak?

Daerah ketiak memiliki struktur kulit yang berbeda dengan area tubuh lain dan merupakan bagian kulit sensitif sehingga membutuhkan perawatan serta perhatian khusus.

Karena ketiak berupa daerah lipatan, aktivitas atau gesekan normal pun bisa menimbulkan gesekan antara kulit sehingga mudah terjadi iritasi.

Disamping itu, ketiak merupakan area yang tertutup sehingga mudah lembab juga ditumbuhi rambut / bulu yang agak kasar serta memiliki banyak kelenjar keringat.

Dengan beberapa kondisi demikian, umumnya muncul beberapa permasalahan di sekitar area ketiak, antara lain :
iritasi, bau badan, warna ketiak hitam, alergi, infeksi jamur dan bakteri.

.....

2. 
Apa perawatan yang tepat untuk daerah ketiak?

Perawatan yang tepat untuk daerah ketiak harus sesuai dengan permasalahannya. Ketahui kondisi ketiak terlebih dahulu agar perawatan dapat dilakukan dengan optimal.

A. IRITASI

Tanda iritasi antara lain munculnya bercak atau beruntus kemerahan. Bisa juga berupa rasa perih atau terkadang gatal tanpa adanya kelainan kulit.

Iritasi bisa disebabkan oleh kebiasaan mencabut atau mencukur bulu ketiak, penggunaan alat mandi misalnya spons yang kasar, pakaian terlalu ketat yang dapat menggesek kulit ketiak, dan pemakaian deodoran yang tidak tepat dan berlebihan.

Gunakan sabun yang lembut dan hindari menggosok area ketiak terlalu keras.
Berikan obat anti iritasi berdasarkan rekomendasi dokter. Penyebab iritasi harus dicari, untuk mencegah permasalahan berulang.

B. BAU BADAN

Disebabkan adanya keringat berlebihan yang bercampur dengan bakteri di daerah ketiak.
Untuk mengurangi keringat berlebihan, gunakan deodoran yang mengandung aluminium. Sementara untuk mengurangi koloni bakteri, gunakan sabun atau krim anti bakteri.

Kurangi makanan yang dapat menimbulkan bau menyengat seperti bawang, kari, merica.

C. WARNA KETIAK HITAM

Hindari atau kurangi frekuensi mencukur atau mencabut bulu ketiak.
Kurangi berat badan karena peningkatan Body Mass Index (BMI) menambah gesekan area ketiak sehingga menyebabkan warna hitam.
Gunakan deodoran sesuai jenis kulit.

D. ALERGI

Alergi bisa ditandai dengan adanya bercak dan beruntus kemerahan yang terasa gatal. Biasanya dipicu oleh parfum, sabun, bahan pengawet di dalam produk skin care, dan detergen.

Apabila muncul tanda-tanda alergi, hentikan segera pemakaian produk-produk yang dicurigai menjadi pemicu. Hindari menggaruk area tersebut, karena bisa menimbulkan luka yang memudahkan terjadi infeksi dan bekas kehitaman.
Segera konsultasi dengan spesialis kulit dan berikan obat anti alergi berdasarkan rekomendasi dokter.

E. INFEKSI JAMUR DAN BAKTERI

Daerah ketiak yang lembab, rawan menjadi tempat pertumbuhan bakteri dan jamur.

Tanda infeksi jamur :
bercak kemerahan, kulit bersisik atau mengelupas halus, beruntus kemerahan, disertai rasa gatal.

Tanda infeksi bakteri :
bisul-bisul kecil disertai rasa gatal

Bila muncul bisul, lakukan kompres dengan air hangat 2x sehari.
Hindari bertukar pakaian atau handuk dengan orang lain untuk mencegah penularan.
Jagalah kebersihan tubuh agar tetap kering, bersih dan tidak lembab. Segera ganti pakaian setiap kali terasa basah atau lembab.

Berikan obat atau krim anti jamur, atau antibiotik berdasarkan rekomendasi dokter.

.....

3. 
Bagaimana langkah yang tepat dalam menggunakan deodoran?

Kulit ketiak sensitif dan tipis sehingga mudah iritasi. 
Oleh karena itu, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif, cobalah mengoleskan produk terlebih dahulu di pergelangan tangan bagian dalam 2x sehari selama 3-4 hari untuk melihat apakah ada kemerahan, gatal, bentol-bentol.
Apabila tidak ada, maka produk tersebut dapat digunakan di area ketiak.

Sebelum menggunakan deodoran antiprespirant, keringkan bagian ketiak dengan seksama, supaya tidak ada sisa air yang dapat bergabung dengan garam aluminium di dalam produk sehingga menimbulkan terbentuknya asam yang menyebabkan iritasi.

Gunakan produk secukupnya, jangan berlebihan.
Bila kulit dalam keadaan lecet, terluka atau penyakit lain, tunda pemakaian produk.

.....

4. 
Apakah mencukur bulu ketiak aman bagi kulit?
Seberapa sering sebaiknya frekuensi mencukur bulu ketiak?

Mencukur bulu ketiak bisa menyebabkan lapisan kulit paling atas yaitu stratum korneum ikut terangkat hingga 36%.

Pada stratum korneum, terdapat lemak, protein dan kandungan pelembab alami yang mengatur kelembaban kulit dan berfungsi sebagai pertahanan kulit.
Bila lapisan ini terbuang, kulit menjadi kering dan memudahkan timbulnya iritasi (kemerahan, perih, gatal).
Mencukur juga berpotensi menimbulkan luka, goresan, ingrown hair, kulit menjadi kasar, yang kemudian dapat mengganggu pertahanan alami kulit terhadap zat-zat iritan dari luar.
Mencukur boleh dilakukan, namun tidak boleh terlalu sering.

Cara mencukur juga harus diperhatikan:
Gunakan pisau cukur dengan multiple blade, 
seringlah mengganti pisau cukur, 
gunakan shaving gel, 
cukurlah searah dengan pertumbuhan bulu, 
hindari mengoleskan deodoran langsung setelah proses mencukur.

.....

5. 
Kenapa ketiak mengeluarkan bau?

Keringat merupakan cairan yang tidak berwarna dan tidak berbau.
Keringat yang dihasilkan tubuh menimbulkan bau setelah mengalami kontak dengan bakteri di permukaan kulit.
Bakteri mengurai kandungan lemak dan protein dalam keringat sehingga menghasilkan senyawa asam.

Ketiak menjadi tempat yang mendukung pertumbuhan bakteri karena tertutup sehingga mudah lembab, memiliki pH yang lebih tinggi dibandingkan area kulit lain, serta adanya kelenjar keringat yang mensekresikan nutrisi bagi bakteri.

.....

6.
Bagaimana cara untuk menghindari bau badan?

- Mandi teratur, minimal 2 kali sehari. Setelah mandi, keringkan area ketiak dengan seksama. Area lembab menyuburkan pertumbuhan bakteri.

- Kurangi makanan yang merangsang keringat (merica, makanan pedas, alkohol, kopi, teh) dan yang mencetuskan bau menyengat seperti bawang, kari.

- Gunakan deodoran yang dapat memberikan perlindungan dari keringat dan bau badan.

- Semprotkan parfum untuk menyamarkan bau.

- Ganti pakaian yang telah basah oleh keringat.

.....

7.
Kenapa kita berkeringat?

Berkeringat merupakan salah satu cara tubuh kita mengatur suhu. Keringat dihasilkan oleh dua kelenjar yang berada di lapisan kulit yaitu ekrin dan apokrin.

Kelenjar ekrin tersebar di hampir seluruh tubuh. Keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin berperan sebagai pengatur suhu tubuh, biasanya muncul saat terjadi peningkatan suhu tubuh karena aktivitas fisik atau cuaca panas. Keringat ini umumnya mengandung air dan garam.

Keringat juga dapat timbul karena stres emosional atau psikis. Dalam hal ini, tubuh kita berkeringat terutama pada bagian ketiak, telapak tangan, telapak kaki dan dahi. Tipe keringat ini dihasilkan oleh kelenjar ekrin dan apokrin.

Keringat yang dihasilkan kelenjar apokrin mengandung lemak dan protein, yang bila dimetabolisme oleh bakteri akan menghasilkan bau badan. Kelenjar apokrin mulai aktif saat memasuki usia pubertas.

.....

8.
Bagaimana cara mengurangi keringat pada daerah ketiak?

-Kenakan pakaian berbahan yang mudah menyerap keringat seperti katun, hindari nilon dan polyester. Pilih yang nyaman di tubuh dan hindari pakaian ketat.

-Gunakan deodoran dengan perlindungan optimal dari keringat dan bau badan

- Jaga suhu tubuh tetap rendah agar tidak banyak berkeringat, dengan cara banyak minum air, menggunakan AC atau kipas angin, mandi dengan air dingin.

- Kurangi stres, karena stres dapat memicu aktivitas keringat berlebih sehingga juga mengakibatkan bau pada ketiak.

.....

9.
Aoakah deodoran menyebabkan kanker?
Apakah ini mitor atau fakta?

MITOS!

Deodoran tidak menyebabkan kanker payudara.
Rumor yang beredar, aluminium dalam deodoran dapat terserap ke dalam kulit, menyebar dan berkumpul di jaringan payudara sehingga menyebabkan kanker payudara.
Namun belum ada penelitian yang dapat membuktikan.

Sebuah riset malah menyebut jumlah aluminium dari deodoran / antiperspirant yang terserap kulit sangatlah kecil (0,012%) (sumber : Flarend R, Bin T, Elmore D, Hem SL. A preliminary study of the dermal absorption of aluminium from antiperspirants using aluminium-26. Food Chem Toxicol. 2001 Feb;39(2):163-168.). Jauh di bawah serapan jumlah aluminium dari makanan yang kita konsumsi.

Penelitian lain di Perancis (2008) yang mengulas 59 studi dan artikel mengenai hal ini, juga menyimpulkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan deodoran menjadi pemicu kanker payudara.

Faktor yang berperan pada pengingkatan resiko kanker payudara antara lain adanya riwayat kanker pada keluarga dan penggunaan kontrasepsi oral. (sumber : Namer M, Luporsi E, Gilgorov J, Lokiec, Spielmann M. Bull Cancer. 2008 Sep;95(9):871-80,doi: 10.1684/bdc.2008.0679. Review. French)

.....

10.
Bagaimana memilih produk deodoran yang tepat?

- Cek komposisi produk deodoran, gunakan deodoran yang secara dermatologi aman untuk kulit dan dapat memberikan perlindungan dari keringat dan bau badan.

- Untuk kamu yang memiliki kulit sensitif, gunakan deodoran yang tidak mengandung alkohol serta yang tidak mengandung wewangian terlalu banyak, karena dapat memicu alergi pada kulit ketiak.

- Selain aman untuk kulit, pilih deodoran yang dapat memberikan perlindungan dari bau badan dan keringat, juga manfaat tambahan lainnya seperti mencegah noda pada pakaian.


THANK YOU